<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983</id><updated>2011-08-02T01:37:34.948+07:00</updated><category term='Me'/><category term='sosialita'/><category term='propaganda'/><category term='filosofi'/><category term='masa depan'/><title type='text'>-zik-o-logika-</title><subtitle type='html'>the official blog of dinno zikriady</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-4064046489413675318</id><published>2010-08-22T10:24:00.000+07:00</published><updated>2010-08-22T10:25:32.520+07:00</updated><title type='text'>Manusia Merah Putih</title><content type='html'>Aku berlari&lt;br /&gt;Tapi cepatku tak cukup kencang untuk mengejar&lt;br /&gt;Sesak, tapi biarlah&lt;br /&gt;Aku hanya ingin mendatangimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri&lt;br /&gt;Tapi kakiku tak cukup kokoh untuk menapak&lt;br /&gt;Gemetar, tapi biarlah&lt;br /&gt;Aku hanya ingin meraihmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat&lt;br /&gt;Tapi mataku tak cukup tajam untuk memilah&lt;br /&gt;Kabur, tapi biarlah&lt;br /&gt;Aku hanya ingin memandangmu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar&lt;br /&gt;Tapi telingaku tak cukup peka untuk mencerna&lt;br /&gt;Samar, tapi biarlah&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menguping gumamanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berteriak&lt;br /&gt;Tapi suaraku tak cukup keras untuk memanggil&lt;br /&gt;Lirih, tapi biarlah&lt;br /&gt;Aku hanya ingin berbisik padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu cacatku&lt;br /&gt;Aku tahu kelemahanku&lt;br /&gt;Aku tahu kau tahu aku&lt;br /&gt;Aku tahu Tuhan tahu aku&lt;br /&gt;Aku tahu Tuhan akan membantuku&lt;br /&gt;Aku tahu Tuhan akan mengampuniku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-4064046489413675318?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/4064046489413675318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2010/08/manusia-merah-putih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/4064046489413675318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/4064046489413675318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2010/08/manusia-merah-putih.html' title='Manusia Merah Putih'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-2287049045409135143</id><published>2010-08-22T09:50:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T09:56:48.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me'/><title type='text'>Aku Yang Menulis Lagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;07:47&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Entah hantu apa…entah setan apa…entah malaikat macam apa…&lt;br /&gt;Tapi kini keputusan telah dijatuhkan, keputusan yang menghujam dan (semoga) sulit dihentikan. Keputusan yang mungkin tak berarti bagimu, tapi bagiku itu lebih dari sekedar menghidupkan kehidupan. Dan di bawah matahari yang sama seperti saat tahun-tahun yang lalu, hari ini aku bersumpah..……….aku akan menulis (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;09.12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini adalah kelanjutan yang kutulis berselang jam dari bagian pertama di atas. Bahkan bagian pertama itu sesungguhnya sama sekali tak ingin kupublikasikan. Hanya curahan pemikiran, atau curahan perasaan lebih tepatnya. Bukan untuk konsumsi publik, hanya penyemangat saja. Sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10:03&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku meradang. Buntu oleh nanah-nanah perubahan zaman. Cairan otakku bahkan mengering dan meninggalkan retakan kedunguan. Kemana hilangnya pemikiran liar itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13:14&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hari ini bisa jadi hari terburuk dalam hidupku. Bagaimana tidak? Aku bersumpah dan melanggarnya di hari yang sama. Tulisanku sepertinya tak akan lahir (lagi) hari ini. Kecewa.&lt;br /&gt;Apakah Shakespeare pernah mengalami masa-masa seperti ini? Apakah Goethe pernah kehilangan inspirasi? Apakah aliran sungai ide de Cervantes pernah membeku dan tak kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;16:48&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ah sudahlah. Hari ini memang bukan takdir bagi tulisanku untuk lahir kembali. Biarlah ia teronggok di sana, di pojok kedamaian, di tempat yang hanya bisa diraih di saat yang tepat. Biarlah ia bersama dunianya, bebas berkenalan dengan siapa saja, bebas bepergian kemanapun ia suka. Hingga nanti saat ia kembali, ia akan menjadi lebih dewasa hingga bisa lebih memahami. Memahami bahwa dunianya tak lagi berputar seperti bertahun-tahun yang lalu, dunia yang kini bisa mengancam masa depannya jika ia keliru bertutur, dunia yang menuntut kehati-hatiannya. Akan tetapi, aku bisa pastikan pada kalian semua…ia akan tetap terlahir merdeka. Scribo Ergo Sum.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-2287049045409135143?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/2287049045409135143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2010/08/aku-yang-menulis-lagi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/2287049045409135143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/2287049045409135143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2010/08/aku-yang-menulis-lagi.html' title='Aku Yang Menulis Lagi'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-5648906105410168066</id><published>2009-05-22T21:56:00.004+07:00</published><updated>2010-08-22T09:31:40.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi'/><title type='text'>Menghitung = Memperhitungkan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sha9upl49SI/AAAAAAAAACo/OFTcVr_XAyI/s1600-h/images33.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sha9upl49SI/AAAAAAAAACo/OFTcVr_XAyI/s200/images33.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338663017430709538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jalinan darah bergerak dalam tekanan-tekanan perjalanan waktu. Apa yang sesungguhnya membuat manusia hidup? Para ahli bertengkar hingga berurat mendiskusikan topik ini. Kapan pula manusia dikatakan mati? Boleh jadi sampai kiamat pun takkan didapatkan jawabannya. Manusia menjalani hidup bagaikan tetesan hujan yang terjatuh dari langit. Tak ada satupun yang kuasa menghentikannya. Angin kencang bahkan hanya mampu memperlambat dan merubah arah, namun tidak membalikkan atau memutar ulang perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah proses mencari kebenaran, setidaknya begitu celoteh para ulama. Kebenaran pun menjadi titik kepastian yang sulit dihilangkan. Barangkali hal ini yang kemudian menjadikan pelajaran matematika menjadi penting walaupun sedemikian sulitnya. Doktrin buku sekolahan yang membosankan pun mengaku telah mengajarkan kebenaran. Pertanyaan berikutnya adalah apakah kepastian juga adalah sebuah kebenaran? Jika ilmu eksakta adalah kepastian, maka apakah matematika juga adalah kebenaran? Rasanya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap murid diajarkan di sekolah dahulu bahwa dua ditambah satu akan menjadi tiga. Sekarang saya yang bertanya pada Anda, angka tiga itu adalah kepastian, kebenaran, atau sesuatu yang diyakini karena sejak dahulu sudah begitu adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fakta yang terjadi tidaklah selalu begitu. Kita semua tahu jika satu kandang diisi dua singa ditambah satu rusa, jumlahnya tidak akan pernah menjadi tiga. Yang kemudian layak disebut hasil penjumlahan tersebut hanyalah dua singa dengan perut kenyang dan serpihan-serpihan tubuh rusa yang tercabik-cabik, itupun jika dua singa tersebut tidak kemudian melanjutkan pertempuran antar mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika tidak terlalu penting bila kasuistiknya bicara tentang kehidupan. Karena dalam kehidupan kita, hal yang tidak diperhitungkan lebih dominan untuk merubah jalan kita. Manusia menjadi lebih bijaksana saat ia bisa memperhitungkan apa yang tidak dilihatnya. Dan manusia juga bisa menjadi begitu tersesat, justru hanya karena ia terlalu serius menghitung apa yang terlihat. Percayakah Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-5648906105410168066?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/5648906105410168066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/menghitung-memperhitungkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5648906105410168066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5648906105410168066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/menghitung-memperhitungkan.html' title='Menghitung = Memperhitungkan?'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sha9upl49SI/AAAAAAAAACo/OFTcVr_XAyI/s72-c/images33.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-1181376170660541203</id><published>2009-05-16T21:58:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T22:25:32.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='propaganda'/><title type='text'>Transformatoria</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg7Z69WzTmI/AAAAAAAAACg/gcD6MKdXzwQ/s1600-h/images22.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg7Z69WzTmI/AAAAAAAAACg/gcD6MKdXzwQ/s200/images22.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336442215406456418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bangsa yang maju seringkali diidentikkan dengan berapa banyak jumlah orang berduitnya, atau dengan kata lain adalah berapa banyak warga negara yang berstatus konglomerat dengan jaringan bisnis yang menggurita di seantero jagad. Pendefinisian seperti inilah yang membuat negara-negara yang lebih dulu digdaya macam Amerika, Inggris, Jerman, dan beberapa negara ras mancung di bumi ini menjadi seperti tidak tergoyahkan di puncak sana. Negara-negara dunia ketiga seperti kebanyakan negara Asia dan Afrika bagaikan tak punya daya apapun untuk melakukan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun siapa yang menasbihkan kalau negara maju berdefinisi begitu, konsensus umum atau hanya sempalan doktrin yang ditinggalkan penjajah-penjajah kita dahulu? Entah memang lupa atau barangkali wabah pikun sedang populer saat itu, karena faktanya penjajah-penjajah kita dahulu sungguh lupa mengajarkan satu poin penting dalam standar kemajuan suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang maju tak diukur dari tinggi badan mayoritas penduduknya, juga bukan dari selera pastel krayon yang dipakai Tuhan untuk mewarnai kulit kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bangsa yang maju adalah bangsa yang sedemikian rupa berhasil menempatkan perubahan sebagai unsur vital dalam sejarah bangsanya. Hal ini yang kemudian menjadi jawaban mengapa Jerman masih disegani hingga kini walau sebagian besar buku sejarah di dunia ini mencatat kebengisan Hitler dahulu. Percaya atau tidak, arogansi Amerika kala di bawah komando Bush yang telah menelan berjuta bencana di dunia akan menguap terlupakan begitu saja karena perubahan kebijakan yang dilakukan Obama dan kabinetnya. Komponen dominan kemajuan bangsa ternyata hanya terletak pada perubahan itu sendiri dan momentum saat perubahan itu dilakukan. Kepintaran mengendalikan dua faktor ini secara imajiner akan menimbulkan kesan bangsa raksasa dengan image yang cerdas dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang negara kita masih terlalu jauh dari pemikiran cerdas macam ini. Bangsa kita masih berkutat pada transformasi ketokohan yang tak jelas sistem dan hasilnya. Saat kampanye Pemilu bukan main hujatan dan kritikan saling berterbangan ke arah lawan-lawan politik sang jagoan kesiangan. Hebatnya lagi hal itu dilakukan dengan mengatasnamakan rakyat. Padahal kenyataanya rakyat tak pernah tahu apa bedanya strategi pemerintahan di era Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, dan Pasca-reformasi sekarang ini. Lantas perubahan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan? Aneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-1181376170660541203?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/1181376170660541203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/transformatoria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/1181376170660541203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/1181376170660541203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/transformatoria.html' title='Transformatoria'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg7Z69WzTmI/AAAAAAAAACg/gcD6MKdXzwQ/s72-c/images22.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-8971140198775846912</id><published>2009-05-10T23:07:00.003+07:00</published><updated>2010-08-22T10:49:45.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='propaganda'/><title type='text'>Reality (Crime) Show</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sgb8RpG9pcI/AAAAAAAAAB0/Rmx_tnv4MMA/s1600-h/images11.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sgb8RpG9pcI/AAAAAAAAAB0/Rmx_tnv4MMA/s200/images11.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334228188689966530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berulang kali terjadi. Terjerembab namun bangga dengan stagnasi pemahaman. Interupsi dan kritik bernada pedas berubah menjadi latar bertema senda gurau. Dunia layar kaca menjadi potret vulgar carut marut dan teori anti etika dari sekelompok manusia kumuh Indonesia. Entah siapa yang diuntungkan. Mereka berkocek tebal dengan rayuan tak penting tentang produk pemutih kulit. Atau penjual kebohongan raut muka bertopeng aktor kelas atas. Atau malah sang model iklan bertato tulang ikan paus yang sama sekali tak mengerti apa yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Televisi yang harusnya mendidik bangsa ini tentang pencerahan masa depan. Berubah layaknya kubangan berbumbu kata kotor dan lumpur-lumpur erotisme negatif. Jualan sinetron yang tak laku lagi, memaksa bidikan beralih pada reality show cari-cari orang hilang. Tak ada yang salah. Tak ada yang aneh. Semua pun tahu kalau reality show tak benar-benar real. Karena tak mungkin ibu Manohara tak pernah menonton TV, hingga tak tau kemana harus mengadu soal kejamnya menantu sang putra sultan Kelantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus reality show kalau yang dihadirkan hanya dongeng dan skenario murahan tanpa makna berdefinisi. Ada kawan, pasti ada bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada unsur kekerasan yang tak lazim dimunculkan di sinetron kita yang mendayu-dayu. Format baku tentang pornografi pun kan berubah jadi realita kehidupan yang harus disampaikan. Istilah kotor pun cukup diselotip dengan nada-nada tinggi, tak perlu editing total hingga hilang seluruh adegan. Jelas lebih ekonomis dan lebih provokatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak tahu siapa yang salah. Tapi pasti ada yang bersalah. Merekakah yang salah karena tak mau berubah. Atau kita yang salah karena tak mampu merubah. Jangan membayangkan Anda jadi pahlawan saat datang dan mengobrak-abrik stasiun televisi bersangkutan. Terlalu mahal dan merugikan, karena pastinya sulit untuk online dari balik jeruji. Lihat ke depan Anda saat muka-muka perusak mental bangsa itu muncul lagi. Jika yang Anda temukan adalah remote control Anda, maka saya yakin Anda tahu apa yang harus dilakukan. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-8971140198775846912?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/8971140198775846912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/reality-crime-show.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/8971140198775846912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/8971140198775846912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/reality-crime-show.html' title='Reality (Crime) Show'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sgb8RpG9pcI/AAAAAAAAAB0/Rmx_tnv4MMA/s72-c/images11.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-6480097943975814073</id><published>2009-05-06T22:58:00.002+07:00</published><updated>2009-05-06T23:03:07.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi'/><title type='text'>Audiatur et Altera Pars</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgG0NzjifTI/AAAAAAAAABs/RbuvOu2-Rb0/s1600-h/images2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgG0NzjifTI/AAAAAAAAABs/RbuvOu2-Rb0/s200/images2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332741583053946162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kekosongan adalah keniscayaan absolutis dari hati dengan ruang-ruang sempit. Kehampaan juga definisi postulatif milik benang kusut perkembangan peradaban. Nilai-nilai luhur yang meredup dan perlahan menghilang menjadikan manusia tak ubahnya seonggok tulang belulang berdebu berbalut daging-daging kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa menjamin bahwa ulama tak menyesatkan. Siapa menggaransi bahwa guru tak membodohi. Siapa pula yang berani melawan kehendak opini bahwa penegak hukum adalah individu yang paling tahu bagaimana celah hukum bisa digagahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak perlu cangkang untuk sembunyi layaknya siput-siput di bantaran sawah dengan daun-daun padi yang berlubang tergerus kerakusan. Manusia juga tak perlu jejaring sebagai pelindung eksistensi nyawa dalam raga layaknya laba-laba. Manusia memiliki ornamen vital yang membentuk sistem pertahanan diri yang integral dan multifungsi. Lekuk-lekuk dan ukiran indah bersusun gradual itulah kemudian kita namai sendiri sebagai otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak menjadikan manusia demikian sulit ditundukkan. Perlindungan total terhadap intensitas serangan predator-predator zaman. Kebenaran menjadi mudah terputarbalikkan. Aspek bahaya sungguh terubah menjadi pacuan adrenalin nan menantang. Olah data tentang statistik berputar tak henti di komponen berbobot mini ini. Perkembangan zaman pun dihadapi bukan layaknya dongeng bodoh Darwin soal jerapah melawan evolusi. Komponen otak mendominasi insan tuk bertahan di gilasan roda kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan bukanlah representasi dari kesempurnaan. Segala palang bermotif plus mendadak dapat berkurang dan menyisakan segaris goresan bertajuk minus. Sistem pertahanan manusia sempurna tatkala himpitan gangguan menekan dari luar. Tapi sistem membanggakan ini rapuh dan &lt;span class="fullpost"&gt;tak bergigi ketika harus berhadapan dengan keganasan predator terbaik sepanjang masa. Organ rapuh yang bobotnya tak lebih baik dari otak itu sendiri. Komponen tanpa baut itu yang lantas kita beri nama hati. Menjadi demikian tak berdaya ketika otak harus beradu kepintaran dengannya. Jelas bukan cerdas cermat layaknya murid kelas lima memperebutkan piala. Otak pun harus tertunduk lesu menatap statistik memalukan hasil kompetisinya. Bukan sedikit jumlah kerabat karibnya di luar sana yang telah dipecundangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis menjadi manusia. Harus menyadari kalau sistem pertahanan dan penyerangan terbaik sedunia berada dalam jasadnya. Pertarungan dua sisi jadi penentu nasib es di kutub yang terus mencair. Pertempuran yang juga penentu diameter lubang di atmosfer sepuluh tahun lagi. Perseteruan abadi yang tak kenal berhenti. Hasil akhir pertandingan ketat ini akan terus dinanti oleh koloni siput, laba-laba, dan jutaan spesies Tuhan lainnya. Semoga yang terbaik yang menang..semoga..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-6480097943975814073?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/6480097943975814073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/audiatur-et-altera-pars.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/6480097943975814073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/6480097943975814073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/audiatur-et-altera-pars.html' title='Audiatur et Altera Pars'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgG0NzjifTI/AAAAAAAAABs/RbuvOu2-Rb0/s72-c/images2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-5496934679158685652</id><published>2009-05-06T00:57:00.001+07:00</published><updated>2009-05-06T01:04:11.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa depan'/><title type='text'>1:400</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB_KFONJnI/AAAAAAAAABk/Qlnxge7mOPY/s1600-h/images1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB_KFONJnI/AAAAAAAAABk/Qlnxge7mOPY/s200/images1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332401769983846002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi kemanan tentunya menjadi nilai dominan dari kemampuan suatu negara untuk menghadirkan para investor di wilayahnya. Faktor keamanan ini tentunya sangat bergantung dari rasio jumlah polisi per jumlah penduduk yang dimiliki suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Parameter kuantitatif seperti ini memang tidaklah berarti banyak bila kualitas polisinya tidak cukup mumpuni. Akan tetapi di zaman modern seperti sekarang ini, faktor kuantitas terkadang juga menjadi penentu pada iklim kompetisi dan secara otomatis juga akan berujung pada peningkatan kualitas individunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah Anda bahwa perbandingan jumlah polisi dan penduduk di negara kita amatlah sangat mencemaskan. POLRI sendiri mencatat angka 1:1200 untuk tingkat nasional, yang berarti hanya ada 1 orang polisi dalam setiap 1200 orang penduduk. Di daerah nilainya bisa mencapai 1:2000 bahkan lebih. Angka ini memang jauh sekali dari standar yang ditetapkan PBB yaitu 1:400. Untuk regional Asia Tenggara rasio polisi Indonesia pun masih kalah dibanding Brunei (1:200), Singapura (1:250), Malaysia (1:400), Filipina (1:500), dan Thailand (1:550).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah seluas Indonesia dengan kondisi topografi yang variatif, rasio polisi kita memang mengkhawatirkan. China sebagai negara yang lebih luas dari kita saja memiliki rasio 1:750. Pemerintah seringkali mengkaitkan jumlah polisi ini dengan tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia yang belum semapan negara-negara di atas. Namun lihatlah fakta bahwa negara-negara macam Kamboja saja bisa memiliki rasio 1:700. Vietnam yang juga belum terlalu lama mengecap kemerdekaan mampu mencapai rasio 1:650, atau negara-negara dengan kondisi perekonomian yang tidak jauh lebih baik dari kita seperti Srilangka (1:600) dan Zambia (1:900)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah begini keadaanya, apakah bangsa ini hanya bisa pasrah dan menatap setiap lahan tanah air kita dikuasai oleh preman dan pelaku kriminalitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada satu solusi keamanan terintegrasi yang sesungguhnya bisa dilakukan. Sistem ini dengan mengaktifkan para PNS yang notabene paling bertanggungjawab atas pengelolaan negara ini. Jumlah rasio PNS Indonesia yang diperkirakan mencapai angka 1:60 dengan penyebaran yang sampai ke tingkat desa menjadikan PNS sangatlah potensial untuk turut serta meningkatkan keamanan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasinya memang bukan dengan mempersenjatai atau menugaskan PNS untuk menangani kasus-kasus kriminal. Sistem keamanan terintegrasi ini cukup dengan memberi tanggung jawab kepada PNS untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dan melakukan tindakan terbatas di tempat apabila ia menemukan kejahatan. Contohnya adalah apabila di jalanan seorang PNS melihat pengendara motor yang tidak memakai helm, maka ia wajib untuk menahan SIM dan mengadukannya ke polisi terdekat. Atau apabila PNS tersebut melihat aksi pungutan-pungutan liar kepada supir angkutan umum yang dinaikinya, maka ia diberi tanggung jawab untuk melakukan tindakan yang proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sepertinya ide ini tidaklah realistis, apalagi di tengah polemik upah PNS yang relatif rendah. Namun apakah salah apabila kita berharap adanya perbaikan kondisi keamanan negeri dengan melibatkan individu-individu yang selama ini kita biayai dengan pajak yang kita bayar setiap harinya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-5496934679158685652?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/5496934679158685652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/1400.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5496934679158685652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5496934679158685652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/1400.html' title='1:400'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB_KFONJnI/AAAAAAAAABk/Qlnxge7mOPY/s72-c/images1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-7626968161314025044</id><published>2009-05-06T00:49:00.002+07:00</published><updated>2009-05-06T00:57:16.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosialita'/><title type='text'>Paradoks Sosialita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB9AViHkqI/AAAAAAAAABc/-1mAJNjbEbs/s1600-h/images9.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 108px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB9AViHkqI/AAAAAAAAABc/-1mAJNjbEbs/s200/images9.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332399403540386466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa bedanya kemiskinan dan pemiskinan? Mereka di gedung megah Senayan sana seringkali berdebat tentang berapa banyak angka manusia yang terperangkap di bawah garis yang mereka sebut sebagai garis kemiskinan. Ironis, berapa banyak dari mereka yang secara langsung atau tidak langsung, secara sengaja ataupun tidak sengaja, secara sukarela ataupun terpaksa, malah justru menjadi bagian dari mereka yang melakukan pemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini tidak perlu takut dengan kemiskinan, karena kata kemiskinan hanyalah lawan kata dari kekayaan. Tidak ada sejengkalpun tanah di muka bumi ini yang tidak lekat dari dua kata tersebut. Bila tidak kaya, maka ia disebut miskin. Kelas menengah hanyalah padanan kata dari mereka yang kaya tapi tidak cukup kaya untuk bersenang-senang, setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan memang selalu terkait dengan alur rezeki yang kita semua telah yakini bahwa telah ada yang mengatur itu semua. Jangankan negara kita yang sekarang tergopoh-gopoh mencoba mengurangi utang-utang masa lalu, negara raksasa macam Amerika dan Jepang saja tak pernah bisa menghilangkan kemiskinan dari situasi sosial masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masalah terbesar bangsa ini adalah pemiskinan. Cara kerja sistem ini sedemikian sistematis dan terstruktur, hingga terkadang seperti tak terasa sedikitpun oleh yang melakukannya. Sadarkah anda ketika sebuah pusat perbelanjaan berdiri di dekat rumah Anda, maka tak jauh dari situ puluhan pedagang di pasar tradisional menjerit melihat buku lusuh catatan pemasukannya yang terus berkurang digitnya dari hari ke hari. Anehnya, kita yang minimal sekali dalam sebulan mengunjungi pusat perbelanjaan nan mewah tersebut, tidak sedikitpun merasa bersalah telah turut serta mematikan pemasukan pedagang-pedagang di pasar tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mal-mal itu berdiri karena adanya potensi positif konsumen (termasuk kita). Maka bukankah kita adalah orang yang paling patut disalahkan dari tak mampunya anak-anak pedagang itu mendapat gizi baik karena ayah ibunya tak mampu membeli susu? Dan karena itu pula, bukankah kita telah turut menjadi bagian dari rekayasa besar proses pemiskinan bangsa ini? Berpikirlah teman...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-7626968161314025044?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/7626968161314025044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/paradoks-sosialita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7626968161314025044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7626968161314025044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/paradoks-sosialita.html' title='Paradoks Sosialita'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB9AViHkqI/AAAAAAAAABc/-1mAJNjbEbs/s72-c/images9.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-7041560595136412487</id><published>2009-05-06T00:37:00.002+07:00</published><updated>2009-05-06T00:42:02.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi'/><title type='text'>Senandung Negeri Pemimpi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB6LXi1TcI/AAAAAAAAABM/8GIe1Fv1pX0/s1600-h/images5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 96px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB6LXi1TcI/AAAAAAAAABM/8GIe1Fv1pX0/s200/images5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332396294523932098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Detak jam berlalu detik demi detik. Nafas terhela mewarnai indahnya bumi pagi ini. Tidak, bukan hanya pagi ini. Kemarin, kemarin lusa, minggu kemarin, bulan kemarin, tahun kemarin, bahkan sejak nabi Adam baru menginjakkan kaki di sini. Tak ada yang berubah. Bukankah bumi hari ini adalah bumi sama yang pernah diinjak Adam dahulu. Bahkan jika teori keabadian komposisi udara diberlakukan maka (jangan-jangan) molekul oksigen yang kita hirup hari ini adalah bekas molekul oksigen yang pernah mengalir di paru-paru Adam dahulu, atau malah molekul oksigen ini yang pernah mengalir di sela-sela hidung nabi Muhammad. Wah, bangganya jadi manusia. Rasanya takkan ada juga yang berubah sekarang, besok, atau nanti. Semuanya masih akan sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di negeri para pemimpi. Di sini negeri tanpa masa depan, karena di sini impian dikekang, inovasi otak dimatikan, kreativitas cuma bakal jadi gurauan. Negeri ini menjanjikan kesejahteraan, tapi rakyat dibelenggu tuntutan irasional. Negeri ini menjanjikan keadilan, tapi di sini ada keluarga yang diperhatikan sedang yang lain hanya bisa gigit jari dengan seribu penyesalan. Negeri ini menjanjikan kedamaian, tapi masyarakatnya dipaksa berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang rakyat bodoh yang bicara. Mau menang tapi tak mau berjuang. Mau kaya tapi tak mau berusaha. Mau pintar tapi otak tak berputar. Malas dan enggan bekerja keras. Apa lagi namanya kalau ini bukan negeri pemimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di ujung sana bicara tentang surga, cerita sungai susu mengalir di bawah tapak kaki. Tapi kenapa cuma mulut yang bicara. Tangan dan kaki hanya mondar-mandir kesana kemari. Semua hilir mudik tanpa arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi rombongan yang suka kumpul-kumpul. Katanya sih rapat membahas umat. Kadang malah pakai semalam suntuk. Bagus sih, tapi umat yang mana? Untung saja ini negeri para pemimpi. Di sini tidak penting hasil apalagi prosesnya. Selama sang dewa disuap pempek cuka, LPJ tak bersampulpun pasti diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lucu lagi ketika rakyat negeri ini kumpul mencari kepala keluarga. Satu orang diperebutkan semua keluarga. Semuanya mendadak mengaku berjasa. Salah tunjuk jadi biasa. Hari ini tinggal di keluarga ini, tahun depan pindah tak masalah. Itu bukan hal jelek di sini. Kepala keluarga di sini memang bukan lahir di keluarga itu sendiri. Masing-masing keluarga memang punya sekolah sendiri-sendiri. Ada yang untuk level satu, ada juga yang sampai tiga. Tapi lulusan sekolah itu tak pernah diakui. Sekolahnya juga hanya basa-basi. Karena di negeri para pemimpi, ijazah bisa dibeli. Sekolah tak membuat pintar di sini. Sekolah cuma jadi tren supaya jadi lebih mudah terkenal. Mendiknas negeri ini pun tak peduli. Yang penting target jumlah murid baru terpenuhi. Masalah akreditasi tak perlu dipusingkan, apalagi kualitas lulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah gender tak ada lagi di negeri ini. Perempuan di sini katanya sudah bermartabat. Perempuan di sini katanya sudah paham dan anti emansipasi. Perempuan di sini hapal luar kepala tentang demokrasi. Makanya bila sudah menikah nanti, jangan suruh mereka memasak. Mereka tak akan sempat. Jadwal rapatnya saja sudah padat. Jangan juga dinasehati. Nanti bisa semalaman berdiskusi. Tapi kalau fisik anak mau kuat, suruh saja mereka yang asuh. Perempuan di sini lebih jago beladiri daripada masak nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di negeri pemimpi. Tak perlu saling menyalahkan di sini. Negeri ini memang tak punya harapan. Negeri ini lebih berani mati daripada berani hidup. Karena itu negeri ini akan segera mati. Kecuali kalau para pemimpi menjadi berani. Berani berpikir bebas dan merdeka. Para pemimpi tidak sedang tersesat di sini. Mereka sedang mencari kebenaran yang tersembunyi. Suatu saat mereka akan bangkit dan merebut mimpi-mimpi mereka. Mereka hanya perlu bangun dan membuka mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia memiliki kebebasan untuk merusak maka manusia pun memiliki kebebasan untuk tidak merusak, benar begitu? Atau ada pendapat lain? Kebebasan itu memiliki dua pengertian, yaitu ‘bebas untuk’ dan ‘bebas dari’. Kedua ungkapan tersebut memang dapat dipahami dengan berbagai macam cara, diantaranya ‘bebas dari’ sebagai bentuk kebebasan yang bebas atau lepas dari sesuatu. Dan ‘bebas untuk’ ditafsirkan sebagai bentuk kebebasan melakukan sesuatu atau hal yang ingin dilakukan individu. Bermain dalam tataran hermenetika dan diksi seperti ini akan memerlukan waktu yang lama, melelahkan, dan menyenangkan. Untuk singkatnya, saya sudahi pengertian kebebasan dalam penjelasan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di negeri para pemimpi. Lelah menuruti semua keinginan hati yang terlalu dalam diselimuti selaput nafsu hitam pekat. Penantian untuk merasa bebas tidak akan pernah berakhir. Karena kebebasan itulah satu-satunya jalan keluar. Namun apakah anda mengerti akan arti dari kebebasan? Apakah anda paham? Ketika kebebasan tersebut tidak pernah ada dalam kehidupan ada. Melihat kehidupan layaknya film yang diputar lambat sedangkan anda sendiri tidak mengikuti alur tersebut. Anda rindu dengannya? Dengan hidup yang sesungguhnya? Hidup tidak sebusuk itu. Kita masih memiliki harapan. Karena harapan adalah satu-satunya yang tersisa. Harapan untuk hidup. Harapan untuk bebas. Bebas dalam arti nyata. Bebas yang bukan sekedar mimpi. Semoga…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-7041560595136412487?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/7041560595136412487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/detak-jam-berlalu-detik-demi-detik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7041560595136412487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7041560595136412487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/detak-jam-berlalu-detik-demi-detik.html' title='Senandung Negeri Pemimpi'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB6LXi1TcI/AAAAAAAAABM/8GIe1Fv1pX0/s72-c/images5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-7011889422096410393</id><published>2009-05-05T00:18:00.010+07:00</published><updated>2009-05-06T00:43:33.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi'/><title type='text'>Kupu-kupu Tak Bersayap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB40BkQp9I/AAAAAAAAABE/3faXcfJm77Y/s1600-h/images6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 72px; height: 95px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB40BkQp9I/AAAAAAAAABE/3faXcfJm77Y/s200/images6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332394793975719890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berlari mencoba memahami diri. Mengapa Sang Pencipta tak jua beri kejelasan? Mengapa hina diri harus bertarung mencari sebuah definisi? Mengapa harus begini? Entahlah, hanya waktu yang kan menjadi petunjuk. Hanya Dia yang kan menjadi hakim pembenar. Apakah nanti diri akan membangga jumawa. Atau tubuh kecil ini harus meringkuk di sudut gelap. Berbaris di deretan para terdakwa. Pesakitan yang terlanjur salah memahami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan kehidupan? Bukankah Kitab memang tak ditulis merinci agar manusia mampu mendefinisi sendiri-sendiri? Karena kita manusia, harusnya kita mampu memahami. Namun apa jadinya bila diri menjadi angkuh. Makhluk berotak sempit yang merasa telah sempurna. Hingga yang muncul kemudian adalah generasi penuduh. Secara serampangan membuat sekat perbedaan. Tidak, saya tak sedang bicara tentang mereka di luar sana. Saya bicara tentang kita. Tentang Anda. Dan mungkin tentang saya. Karena saya manusia, bukankah Anda juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi pengingkaran membaca deretan kata di atas, itu yang saya yakini. Kenapa? Anda tersinggung? Bukankah tersinggung merupakan pertanda kebenaran? Sadari atau tidak, mengaku atau tidak, bukan itu yang penting kawan. Faktanya kini kita berada di satu sisi kehidupan. Atau dengan kata lain, juga akan ada mereka yang berada di sisi lain. Anda tak mau mengakui mereka sebagai musuh? Kenapa? Apa yang salah dengan mempunyai musuh? Bukankah musuh memang antonim dari teman? Jika Anda mau berteman kenapa Anda harus takut bermusuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tergerak hati usai mata menyaksikan siaran di televisi. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Hanya seorang wanita berkulit gelap yang sedang memandu acara. Hanya itu. Namun hari itu mungkin menjadi sebuah titik mula bagi revolusi diri. Bagaimana tidak. Hari itu telah hadir sebuah teori. Bahwa manusia terlahir bukan untuk memilih. Pilihan itu telah kita buat dan ada bahkan jauh sebelum mulut kita mengucapkannya. Lantas apa yang sekarang manusia lakukan? Sadari kawan. Kini kita hanya mencari alasan pembenaran atas pilihan yang kita buat dahulu. Tak lebih. Mereka yang gagal menemukan alasan hanya akan menjadi pecundang. Pecundang yang tak memahami peran. Sadari kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bukan ikan di lautan yang mampu melihat dua sisi sekaligus. Sang Pencipta meletakkan semua mata kita di depan agar kita mampu berfokus pada satu titik. Pada titik di mana kita berpijak, pada titik di mana pilihan itu dibuat, pada titik di mana kita diancam, dihina, diremehkan, dan dipinggirkan atas nama sebuah pilihan. Pilihan yang dahulu telah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis mengungkap bahwa manusia tak mungkin berada di dua tempat sekaligus. Tidak secara fisik. Tidak pula secara ide pemikiran. Manusia akan selalu berada di satu sisi. Bila tidak air maka dia akan jadi api. Bila tidak putih maka dia akan hitam. Jika Anda sadari itu, lantas apa yang membuat Anda takut memiliki musuh? Sebegitu naifkah untuk mengakui bahwa kita sedang membenci sesuatu sekarang? Sekali lagi, saya tidak sedang bicara tentang mereka di luar sana. Saya bicara tentang kita. Sebuah pesan untukmu kawan, bermusuhan akan membuatmu lebih manusia. Mengakui musuh akan memudahkan untuk mengakui teman. Posisi tengah memang menghadirkan dua kali lipat teman. Namun pasti juga akan melahirkan musuh sama banyaknya. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecamuk perang tak akan pernah usai, andaipun pucuk-pucuk senjata telah dipendam. Darah perjuangan tak akan pernah berhenti bergolak, andaipun tubuh telah memucat terbusukkan. Dan untuk kalian musuh kejayaan, hanya ada satu kata…LAWAN!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-7011889422096410393?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/7011889422096410393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/kupu-kupu-tak-bersayap_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7011889422096410393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/7011889422096410393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/kupu-kupu-tak-bersayap_06.html' title='Kupu-kupu Tak Bersayap'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB40BkQp9I/AAAAAAAAABE/3faXcfJm77Y/s72-c/images6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967377327766146983.post-5357073136085917782</id><published>2009-05-04T14:44:00.000+07:00</published><updated>2009-05-06T00:47:29.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi'/><title type='text'>Perubahan Yang Ingin berubah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB7TBYH9OI/AAAAAAAAABU/ZZa7EXpZ2pQ/s1600-h/images4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 95px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB7TBYH9OI/AAAAAAAAABU/ZZa7EXpZ2pQ/s200/images4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332397525524018402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selamat pagi, sore, atau malam. Selamat menikmati hari yang akan membawa anda pergi.Selamat berada di hamparan harapan yang membuat hidup anda menjadi berarti. Waktu kan berubah sedemikian cepat ketika hari dinikmati. Begitu hangat. Demikian ketika hari terus kita nikmati. Selamanya adalah pagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kawan, perubahan adalah keniscayaan. Bayi, remaja, tua. Pagi, siang, sore, senja, malam. Dulu, kini, esok, kelak. Berubah adalah pula keniscayaan. Tak berdaya, dewasa, membuat orang berdaya. Sebagai kepompong yang bermetamorfosa menjadi si cantik kupu-kupu. Bagai induk orang utan yang akan semakin tua dan sakit-sakitan, lalu mati tanpa dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang utama yang ada di sekitar kita: “Perubahan” dan “Berubah”. Perubahan adalah geliat jaman yang semakin mengasah kreativitas kita untuk berdialog dengan tuntutan-tuntutan perkembangan peradaban. Perubahan mau tidak mau pasti akan terjadi. Setiap detak jarum jam adalah isyarat bagi berlangsungnya beribu-ribu perubahan. Sedangkan “Berubah” adalah pilihan; merupakan kesadaran untuk tidak menetap di masa lalu –betapapun cemerlangnya kisah itu. Berubah adalah kesadaran untuk tidak terperangkap di dalam kubangan hari kemarin. Berubah, dengan demikian, adalah mengayun langkah menuju masa baru, suasana baru, pengalaman baru dan banyak hal-hal yang baru. Dengan berubah, kita menjadi manusia baru. Dengan senantiasa berubah, baru kita menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kawan, kesediaan berubah berarti kesediaan meninggalkan zona aman kita, sebuah daerah di mana kita bisa memanjakan ego kita, melampiaskan segala kemalasan kita. Zona aman selalu berisi halusinasi yang menipu perasaan kita bahwa tak ada yang dapat menggores kulit mulus kita; tak ada satupun kemarahan yang akan kita terima sebagai sakit bagi perasaan; tak ada yang akan membuat kita capek dan risih dengan keras dan kotornya kehidupan. Zona aman adalah fatamorgana yang mengharubirukan perasaan kita, dan ia tak lebih dari sesosok pembual! Tinggalkan ia, atau kita akan celaka dimakannya; menjadi generasi cengeng, sedikit-sedikit mengeluh, kurang sedikit ngambek. Putus asa. Melihat dunia dengan kesempitan, tidak dengan optimisme. Melihat masa lalu dengan penuh penyesalan. Memandang masa kini tidak dengan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita butuhkan, pertama, hanyalah keberanian. Perubahan dimulai dari sebuah spirit yang dikombinasikan dengan keberanian. Keberanian untuk berubah, untuk bekerja keras mewujudkan perubahan, untuk menerima hal yang baru, untuk menerima segala konsekuensi dari dari perjuangan menuju perubahan. Keberanian untuk menerima penghargaan atas keberhasilan yang berhasil dilakukan, keberanian untuk dikenang sebagai agen perubahan. Sehingga, sejarah akan bertuliskan nama kita. Memori kolektif akan dihiasi oleh kiprah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu saja belum cukup, kawan. Kerja keras adalah kuncinya. Kerja keras dalam menghadapi apapun resiko dalam menjelang perubahan yang dinginkannya. Memang, apa yang bisa diharapkan dari sebuah layang-layang yang segera robek ketika tiupan angin menerpanya? Ia hanya akan menjadi penghuni tong sampah. Terlupakan. Tapi, lihatlah kebanggaan sebuah layang-layang yang mampu mengawang dengan gagahnya. Lihat pula kegembiraan dan tempik sorak anak-anak kecil di ujung benangnya. Mereka akan merasa, dunia telah digenggamnya. Bahkan rembulan purnama hanya berjarak sekepal tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. Masa depan hanya akan tunduk pada orang-orang yang menyingsingkan lengan bajunya untuk meraih mimpi-mimpi mereka. Masa depan, hanya akan menjadi hamba bagi orang-orang yang mampu menjadikan dirinya sebagai orang-orang yang pantas memilikinya. Masa depan adalah apa yang diharapkan, dibayangkan, dilakukan, diusahakan di hari ini. Masa depan merupakan serangkaian akibat dari spirit dan upaya perubahan yang sekarang sedang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah kita bisa? Kawan, mari kita tengok jauh ke dalam diri kita. Mari, sesaat setelah bangun dari tidur pagi, kita bertamasya jauh menyelami seluruh potensi kita. Kita seringkali tidak pernah sadar bahwa otak kita mampu bekerja ribuan kali dari yang dapat ia lakukan untuk kita sekarang. Kita kadang tidak pernah paham bahwa tubuh kita mampu menahan beban ribuan kali lebih hebat dari yang kita rasakan sekarang. Kita, seringkali terlalu bodoh untuk menyadari bahwa kita dapat melakukan banyak hal yang jauh lebih baik dari apa yang kita lakukan sekarang. Resiko, tantangan, cemoohan, cibiran sinis, bentakan dan hardikan yang datang dari luar bahkan merupakan potensi yang akan semakin membuat kita menjadi matang. Lantas, mengapa harus takut pada ejekan, bentakan, hardikan (bahkan ancaman) jika semua itu sesungguhnya adalah mitra perubahan yang akan membuat kita jadi manusia yang lebih baik. Mari kita hadapi semua itu dengan sudut pandang positif. Apapun kesukaran, bersamanya adalah kebahagiaan. Apapun penderitaannya, yang berada di sampingnya adalah kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kawan, jangan salah memaknai perubahan. Apakah seorang anak yang tidak lagi mencium tangan orang tuanya hanya karena ia telah menjadi mahasiswa, adalah sebuah perubahan? Bisa YA bisa TIDAK. Apakah seseorang yang berkubang lumpur di sawah ayahnya ketika muda, kini bergelimang harta dan pujian atas prestasinya, adalah sebuah perubahan? Bisa YA bisa juga TIDAK. Lantas apakah yang menjadi alamat bagi seseorang yang telah Berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi “Berubah”, tidak hanya menjadi lebih baik, tapi juga menjadi lebih santun, lebih indah, lebih berguna, lebih kuat, lebih bijak dan sebagainya. Maka, jangan pernah menjadi lebih baik dengan menjelekkan yang lain. Jangan pernah menjadi lebih indah dengan mencoreng keindahan yang lain. Jangan pernah menjadi lebih bahagia dengan menyakiti yang lain. Mari kita “Berubah” dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mari kita berhati-hati dalam “Berubah”. Mawas diri, demikian kata orang-orang bijak. It takes years to find good futures, seconds to lose them. Butuh waktu yang sangat lama untuk membangun sesuatu. Untuk merubuhkannya, beberapa detik sudah lebih dari cukup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967377327766146983-5357073136085917782?l=zikologika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zikologika.blogspot.com/feeds/5357073136085917782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/perubahan-yang-ingin-berubah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5357073136085917782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967377327766146983/posts/default/5357073136085917782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zikologika.blogspot.com/2009/05/perubahan-yang-ingin-berubah.html' title='Perubahan Yang Ingin berubah'/><author><name>dinno zik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09247142847475456562</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/Sg0o_hkCQxI/AAAAAAAAACA/c8EKknzpmJM/S220/zikologika.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T7PNr8bF_MU/SgB7TBYH9OI/AAAAAAAAABU/ZZa7EXpZ2pQ/s72-c/images4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
