Apa bedanya kemiskinan dan pemiskinan? Mereka di gedung megah Senayan sana seringkali berdebat tentang berapa banyak angka manusia yang terperangkap di bawah garis yang mereka sebut sebagai garis kemiskinan. Ironis, berapa banyak dari mereka yang secara langsung atau tidak langsung, secara sengaja ataupun tidak sengaja, secara sukarela ataupun terpaksa, malah justru menjadi bagian dari mereka yang melakukan pemiskinan.Bangsa ini tidak perlu takut dengan kemiskinan, karena kata kemiskinan hanyalah lawan kata dari kekayaan. Tidak ada sejengkalpun tanah di muka bumi ini yang tidak lekat dari dua kata tersebut. Bila tidak kaya, maka ia disebut miskin. Kelas menengah hanyalah padanan kata dari mereka yang kaya tapi tidak cukup kaya untuk bersenang-senang, setuju?
Kemiskinan memang selalu terkait dengan alur rezeki yang kita semua telah yakini bahwa telah ada yang mengatur itu semua. Jangankan negara kita yang sekarang tergopoh-gopoh mencoba mengurangi utang-utang masa lalu, negara raksasa macam Amerika dan Jepang saja tak pernah bisa menghilangkan kemiskinan dari situasi sosial masyarakatnya.
Masalah terbesar bangsa ini adalah pemiskinan. Cara kerja sistem ini sedemikian sistematis dan terstruktur, hingga terkadang seperti tak terasa sedikitpun oleh yang melakukannya. Sadarkah anda ketika sebuah pusat perbelanjaan berdiri di dekat rumah Anda, maka tak jauh dari situ puluhan pedagang di pasar tradisional menjerit melihat buku lusuh catatan pemasukannya yang terus berkurang digitnya dari hari ke hari. Anehnya, kita yang minimal sekali dalam sebulan mengunjungi pusat perbelanjaan nan mewah tersebut, tidak sedikitpun merasa bersalah telah turut serta mematikan pemasukan pedagang-pedagang di pasar tradisional.
Jika mal-mal itu berdiri karena adanya potensi positif konsumen (termasuk kita). Maka bukankah kita adalah orang yang paling patut disalahkan dari tak mampunya anak-anak pedagang itu mendapat gizi baik karena ayah ibunya tak mampu membeli susu? Dan karena itu pula, bukankah kita telah turut menjadi bagian dari rekayasa besar proses pemiskinan bangsa ini? Berpikirlah teman...
No comments:
Post a Comment